Senin, 25 Januari 2016
Cerita Sex - ngentot asik jennifer di kamar 19
Nama saya Paul dan tentunya itu bukan nama asliku karena aku tidak mau jika ada temanku yang membaca kisah nyataku . Saya sekarang sedang mengambil study di Australia di bagian Electronic Commerce . Semenjak saya lulus dari Bachelor study , banyak teman-teman saya yang berasal dari Indonesia pulang dan bekerja di Indonesia sehingga kehidupan saya di Perth terasa sangat membosankan karena teman baruku sekarang tidak seheboh teman-teman lamaku .
Karena kebosananku inilah , yang membuatku mengalami kejadian nikmat ini . Suatu ketika , saya merasakan kebosanan yang amat sangat apalagi ketika teman serumah saya selalu menganggu saya dengan pertanyaan yang berhubungan dengan pelajaran . Walaupun saya selalu menjawab pertanyaannya dengan baik , dalam hati , saya sangat jengkel dengan mulutnya yang sangat cerewet . Untuk menghindari mulutnya yang tidak bisa diam tersebut , saya akhirnya jalan-jalan keluar apartemen .
Di jalan , saya melihat banyak bule yang sedang membawa jalan-jalan anaknya atau anjing peliharaannya . Udara di Perth saat itu adalah sedang dingin-dinginnya sehingga nafsu seksual saya menjadi semakin meningkat apalagi saya memperhatikan banyak sekali gadis Australia dan Asia yang sedang menunggu bis atau sedang berjalan kaki . Kecantikan alami mereka membuat batang kejantananku menjadi membesar dan saya mesti bisa tahan karena jika saya tidak menahannya , saya bisa melakukan pemerkosaan terhadap mereka dan saya akan berakhir di Penjara Fremantle .
Akhirnya tibalah saya di sebuah rumah toko yang membuat saya penasaran . Di dinding rumah yang mempunyai papan nama bertuliskan Langtrees executive play ground , saya sempat memperhatikan ada gambar silhuete tubuh seorang wanita yang sedang striptease dan tak lama kemudian , keluarlah seorang gadis bule yang cantik yang memberikan kedipan mata pada saya dan dia langsung naik ke taksi yang sudah menunggunya dan pergi dari hadapan saya . Saya sempat bengong beberapa saat melihat perlakuan dari cewek tersebut . Di dalam batin saya , saya menyadari bahwa ini pasti tempat yang nikmat dan berguna bagi kejantanan saya yang sudah tidak bisa diajak kompromi lagi , pikirku .
Saya langsung masuk ke dalam rumah itu dan mendekati kasir yang dijaga oleh seorang cewek caucasian yang sangat cantik . Setelah saya membayar ruangan dan ceweknya , saya diberikan sebuah kartu yang bertuliskan angka 19 . Pertama kali , saya sempat tidak mengerti apa maksud dari nomor 19 tersebut . Setelah saya bertanya , dia menerangkan bahwa saya akan mendapatkan service di kamar nomor 19 . Saya senang dan langsung berlari mencari kamar nomor 19 . Sambil menunggu kedatangan cewek yang saya pesan berdasarkan photo yang saya lihat dari album photo yang diberikan oleh kasir di meja depan , saya kemudian melihat keadaan dalam kamar nomor 19 tersebut .
Tak lama kemudian , pintu kamar saya terbuka dan masuklah cewek yang saya pesan tadi . Saya kaget sekali karena cewek yang berada di depan saya ini lebih cantik dari cewek yang saya pesan di meja depan . Saya menurut saja dan cewek itu mulai mengenalkan dirinya bernama Jennifer .
Jennifer adalah seorang gadis Asia yang lahir di Australia , hal ini dapat dilihat dari wajahnya yang cukup oriental dan seksi dan logat bicaranya yang sudah seperti orang Australia itu . Saya sempat menelan ludah sewaktu Jennifer membuka bajunya dan bagai sebuah robot , saya langsung mendekatinya dari belakang .Dengan lembut ditariknya tangan saya dan saya menurut saja , dirangkulnya pundak saya dan dengan lembut diciumnya bibir saya . Terasa hangat dan merangsang , dan dengan pasti dilumatnya bibir saya . Tercium lagi oleh saya bau parfum yang dipakainya , yang membangkitkan gairah saya yang selama ini tertidur dan tak tersalurkan .
Sekali lagi terlintas di kepala saya prinsip tentang bahaya AIDS , namun rupanya saya sudah tidak bisa menahannya lagi . Maka dengan perlahan dan pasti saya bimbing Jennifer menuju tempat tidur saya , Jennifer di atas saya menciumi bibir , wajah dan leher saya , tangannya dengan cepat membuka kancing baju saya dan terdengar nafasnya terengah-engah . Diciuminya dada saya dan dihisapnya puting saya secara mengejutkan , mengakibatkan rangsangan yang sulit dijelaskan . Saya telentangkan badannya di atas kasur , dan langsung saya lumat dadanya yang masih terbungkus BH dan baju , terasa sangat padat dan bulat .
Saya tarik ke bawah retsleting bajunya dan terlihat lingkaran padat menonjol indah terbungkus oleh bra hitam yang dikenakannya . Tanpa melepas pengait branya , saya turunkan cup yang menutupi buah dada nan indah itu , langsung saya hisap dan dengan lidah saya permainkan putingnya yang masih merah muda dan kecil . Tidak saya sangka bahwa ternyata puting Jennifer masih demikian indah , seperti nampaknya anak muda belasan tahun . Tentunya saya tidak akan berhenti di kedua tonjolan indah nan kenyal milik Jennifer itu , saya terus turun ke daerah pusar , sambil tangan saya mencoba untuk membuka celana kain yang dikenakannya .
Lidah saya bermain di sekitar pusarnya , dan Jennifer terlihat menghentakkan perutnya ke atas karena terangsang . Dari luar celana dalamnya yang juga berwarna hitam berenda , terlihat dari bahan yang menerawang , rambut kemaluannya yang teratur rapi . Dengan jari tengah tangan kiriku , kuusap belahan kemaluannya dengan pelahan dan dengan pasti kuselipkan jari tanganku melalui samping celana dalamnya yang mulai basah . Kupermainkan klitoris yang tertutup bulu kemaluannya , perlahan-lahan kuselipkan jari manisku memasuki lubang kewanitaannya yang terasa hangat dan ketat . Agak sedikit kubengkokkan ujung jari manisku mengusap bagian dalam lubang senggamanya yang terletak di belakang klitorisnya . Jennifer menggelinjang hebat ketika dengan tepat ujung jari manisku mengenai pusat-pusat simpul saraf di dalamnya .
Beberapa saat kugerak-gerakkan ujung jari manisku di sekitar simpul-simpul saraf tersebut , dan terlihat pinggulnya berguncang hebat ke atas dan ke bawah mengikuti gerakan keluar masuknya jariku di dalam lubang kemaluannya . Berselingan kupermainkan antara lidahku di sekitar pusar dan jari manisku .
"Aaahh . . auwww . . please masukin dong Paul" , kata Jennifer .
Tapi karena saya berusaha untuk menenangkan diri dari nafsuku yang juga membara , maka kutahan untuk tidak segera memulainya . Saya sudah telanjang bulat dan juga Jennifer , ternyata semakin terlihat badannya yang putih mulus dan tidak ada cacatnya , perutnya yang rata dan terlihat sedikit berbuku-buku dan betapa menariknya rambut kemaluan dan daging klitorisnya yang begitu rapi bagaikan di buat oleh dokter bedah plastik .
Langsung kutancapkan lidahku di antara lubang kewanitaan Jennifer , dan kuhisap serta kupermainkan di sekitar klitorisnya , terdengar desisan , "Heehh . . hhehh . . sshh . ." dari mulut Jennifer . Dengan cekatan Jennifer juga mulai meraih batang kemaluanku yang memang sudah menegang sejak tadi , dihisapnya batangku dan terasa sangat menggairahkan . Karena tak tertahankan saya pun mengerang , "Hhmm . . heehh" Tidak mau kalah , kuselipkan jari tengahku ke dalam lubang kemaluan Jennifer sambil kuhisap klitorisnya , kusentuh dengan ujung jari tanganku bagian simpul saraf yang terasa seperti benjolan-benjolan kecil , terasa pinggul Jennifer menegang dan menggeliat , dan dengan keras dia menjerit , "Aaahh . . saya mau keluu . .arr" ternyata Jennifer mencapai klimaksnya .
Kulepaskan hisapanku di sekitar kemaluan Jennifer dan perlahan-lahan kuraba buah dadanya yang sudah mengeras , dengan puting merah muda yang mancung mengeras . Mulai lagi kuhisap puting merah muda itu , kujilat di sekelilingnya , sambil sesekali kuhisap dan kugigit perlahan ujung putingnya . Terasa pahaku menyentuh bulu-bulu kemaluan Jennifer , dan dengan kakinya melingkari kakiku , mulai digerakkan , digosokkan kemaluannya di pahaku . Rupanya Jennifer dengan cepat mulai bergairah lagi dan dia berkata , "Ayo Sayang , saya masih ingin lagi dan lagi . ."
Kuarahkan batang kemaluanku menuju liang kewanitaannya yang masih basah , dengan sedikit tekanan , terasa secara perlahan batang kejantananku teremas-remas oleh otot-otot lubang senggamanya . Kuayun maju mundur dan diikuti gerakan pinggul Jennifer yang juga mengayun-ngayun , kucium bibirnya yang indah , gerakanku dan Jennifer semakin menggebu . Kita berdua saling menindih dan berguling tanpa terlepaskan lagi , gerakan demi gerakan antara pinggul Jennifer dan pinggul saya , dan akhirnya terasa ujung batang kemaluanku mulai berdenyut-denyut tak tertahankan , "Eeeuchh . ." kuteriakkan perasaanku yang tertahan selama ini , bersamaan teriakan klimaks Jennifer yang semakin membuatku terangsang , kurasakan cairan spermaku memancar keluar dengan kerasnya , dan terasa jepitan yang mengeras di sekitar batang kemaluanku , serta getaran mengejang dari badan Jennifer . Akhirnya kita berdua terkulai lemas , kuakhiri permainan cinta ini bersamanya , dan tertidur pulas sambil berpelukan di bawah selimutku yang hangat itu .
Setelah kami bercinta selama 1 jam lamanya , saya kemudian berbenah diri dan mencium Jennifer sebelum saya meninggalkan kamar nomor 19 dan tempat yang memberikan kenangan tersendiri . Saya berharap agar saya bisa sekali lagi menikmati liang kenikmatan Jennifer . Ketika saya keluar dari tempat itu , saya baru sadar bahwa saya baru saja bercinta dengan Jennifer tanpa memakai kondom dan saya cuma tersenyum saja .
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar